Membaca dan Menulis adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita. Dengan membaca kita bisa mengenal dunia, dan dengan menulis kita bisa dikenal dunia. Tetapi budaya membaca dan menulis di negara kita sangatlah minim, padahal jika ingin suatu negara itu maju bisa dilakukan dari tahapan yang paling sederhana, yaitu dengan membudayakan membaca dan menulis. mengapa demikian? karena kita membaca itu adalah sumber ilmu yang sangat luar biasa, dan jika suatu masyarakat itu senang membaca meskipun tidak orang yang pintar, setidaknya mereka semua berwawasan luas, dan itu bisa membuat suatu perubahan di lingkungannya.
Perintah membaca dan menulis sebenarnya di agama islam juga dianjurkan. seperti yang tertulis di wahyu yang diturunkan Allah dalam surat Al-alaq ayat 1-5, dimana pada ayat tersebut dijelaskan "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan pengantar kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." Melalui firman itulah Allah mengajarkan manusia untuk membaca dan menulis. Membaca dan menulis adalah kegiatan yang penting dalam islam.
Tradisi tulis-menulis ini sudah dilakukan oleh ilmuan-ilmuan Muslim terdahulu. Sebut saja, Al-Ghazali dengan karyanya Ihya Ulumuddin, yang mana kini Ihya Ulumuddin sebagai pembelajaran di pesantren-pesantren yang ada di Nusantara ini. Selain itu ada Ibnu Khaldun dengan Al-Muqaddimahnya, Amr ibnu Bahr al-Jahiz dengan kitabnya Al-Hayawan dan masih banyak yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
Allah menciptakan manusia di Bumi selain untuk beribadah kepada- Nya, juga untuk menjadi Khalifah fil Ardhi, dan untuk menjalankan-nya manusia harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dan menjaga ilmu tersebut sebaik-baiknya. Salah satu cara untuk menjaga ilmu tersebut supaya tidak cepat hilang yakni dengan menjadikannya sebuah tulisan. Menulis memiliki arti pentig dalam kehidupan manusia, menulis selain bermanfaat untuk dirinya juga bisa bermanfaat bagi orang lain.
Setiap orang mempunyai potensi sebagai penulis, dengan syarat ia mau rajin belajar dan tekun membaca. Membaca adalah modal utama menjadi penulis. Mustahil seorang penulis bisa menyampaikan gagasannya jika ia tidak membaca terlebih dahulu. Membaca dan menulis sudah menjadi tradisi para ulama untuk menyampaikan ilmunya waktu itu. Dalam sejarah tercatat bahwa kejayaan Islam maju karena budaya literasi (baca-tulis). Bahkan wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah perintah membaca (iqra') dan menulis (al-qalam).
Namun, tradisi itu kini mengalami kemunduran di dunia Islam sendiri. Tradisi membaca dan menulis yang pernah di populerkan ulama dahulu kini sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian umat Islam. Kini sebagian umat Islam kurang meyakini pentingnya membaca dan menulis yang merupakan perintah Allah swt. Kebanyakan umat Islam telah lupa bahwa kemajuan bangsa bisa dicapai dengan budaya membaca dan menulis.
Sudah saatnya kita menyadari bahwa umat islam mengalami kemunduran akibat kurangnya membaca. Maka dari itu mari kita renungkan kembali wahyu yang diturunkan Allah pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, yakni surat Al-alaq ayat 1-5. Hal ini menurut saya penting dilakukan, untuk menumbuhkan kembali semangat membaca dan menulis yang sudah lama tertidur. Sudah saatnya kita bangun kembali dari tidur yang panjang.
Bagaimana menumbuhkan kembali semangat membaca? inilah yang perlu kita fikirkan bagaimana caranya. Dibawah ini mungkin sedikit tips yang bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali semangat membaca.
♤ Perencanaan dalam membaca
Untuk mencapai sebuah tujuan kita butuh perencanaan yang matang. Kenapa perencanaan? karena perencanaan bisa membantu kita mencapai apa yang kita inginkan. Begitupula membaca kita harus mempunya sebuah perencanaan. Misalnya, kita bisa membuat target harian, mingguan, atau bulanan. Misalnya dalam sehari harus membaca 10 halaman atau dalam sebulan harus melahap 3 buku. Itu jika kita bisa rutin melakukannya akan membawa manfaat yang tentunya bisa kita rasakan sendiri.
♤ Memulai dari yang paling di sukai
kita bisa mulai membaca mulai dari apa yang kita sukai. misalnya, kita suka novel kita mulai membaca novel dahulu. Itu untuk menumbuhkan semangat membaca. selanjutnya baru buku-yang lain.
♤ Mengatur waktu
Kita harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Kata pebisnis "time is money" jika kita tidak pandai mengatur waktu kita juga yang akan repot sendiri. Gunakan waktu yang kita miliki sebaik mungkin. Jangan sampai beralasan tidak mamiliki waktu untuk membaca buku neskipun 1 hari hanya 1 lembar.
♤ Mulailah secara bertahap
Ada sebagian orang yang ingin melahap banyak judul buku, bahkan buku-buku itu dibaca secara bersamaan. Semangat itu memang bagus. Namun, alangkah baiknya kita membaca secara bertahap. Mulailah dari buku yang paling kita sukai. Karena jika kita membaca beberapa judul buku secara bersamaan konsentrasi kita akan terbelah. Itu menjadikan pemahaman kita pada buku tersebut kurang maximal.
♤ Manfaatkan sarana penunjang
Kita harus memanfaatkan sarana penunjang. Gunakan perpustakaan yang ada di sekolah, di kampus, atau di prrpustakaan umum. Karena tidak semua orang memiliki koleksi buku-buku, maka dari itu kita bisa memanfaatkan sarana tersebut dengan sebaik mungkin. Pada zaman sekarang technologi juga semakin maju, kita juga bisa mencari referensi untuk kita membaca di internet yang bisa kita lakukan kapanpun kita mau.
Menulis juga sangat banyak manfaat bagi kita. Selain bisa berbagi ilmu kita juga bisa mendapatkan pekerjaan tanpa lowongan yang disediakan orang lain. Karena jika kita sudah mempunyai karya tulisan itu bisa mendatangkan pundi-pundi uang bagi kita. Jika kita mau melamar pekerjaan, kita pasti sering menjumpai syarat-syarat sebagai berikut. Seperti, pria/wanita max 25 th, minimal S1, menguasai word dan exel. pasti itu yang sering kita jumpai terlalu banyak syarat. sedangkan jadi penulis tidak perlu itu. Hanya kita harus punya kemauan dan sering berlatih. Menulis sama halnya dengan belajar mengemudi. jika hanya menggunakan teori atau membaca buku panduan tidak mungkin langsung bisa tanpa adanya praktek. Begitu juga menulis, meskipun kita melahap berapapun judul buku pnduan menulis kita tidak mungkin lngsung bisa menulis tanpa praktik. Memang awalnya untuk mulai menulis bagi yang baru menulis akan kesulitan. Tapi jika kita terus latihan lama-lama pasti bisa. Menulis tidak harus mempunyai bakat. Kata "Ahmad Gaus" seorang penulis yang lebih dari 20 buku dengan berbagai tema mengatakan bahwa, "dari 100%, bakat hanya 5%, 20% kemauan, dan sisanya 75 % adalah latihan. Jadi tidak ada penulis yang dilahirkan, tetapi penulis itu dibentuk oleh latihan secara terus-menerus."
Apa manfaat yang kita peroleh dari menulis? salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya minat seseorang untuk menulis adalah tidak tahu apa manfaat dari menulis. Berikut adalah manfaat menulis yang bisa kita peroleh. Yang tentunya kita sendiri nanti yang bisa merasakan.
♡ Penunjang karier => menulis bisa membuat kita terkenal karena tulisan kita. Jika kita sudah menghasilkan sebuah karya tentunya bisa mendatangkan pundi-pundi uang.
♡ Mendapatkan kepuasan => karena seorang penulis akan merasa puas karena sudah mentalurkan gagasan mereka menjadi sebuah tulisan.
♡ Menyehtkan => karena dapat menjernihkan pikiran. Dalam jurnal Clinical Pyschology, James Pennebaker, Ph.D dan Janet seager, Orang yang memiliki kebiasaan menulis akan memiliki kondisi mental yang lebih sehat dari mereka yang tidak mempunyai kebiasaan menulis.
♡ Mengasah ketajaman pikiran.
Jika membicarakan masalah membaca dan menulis tentunya sangat luas. Pada intinya jika kita ingin pandai menulis maka membacalah sebanyak-banyaknya. Tetapi jika hanya membaca tanpa praktik menulis tidak akan bisa. Sebagai mana pendapat IMMANUEL KANT bahwa, "Teori yang tidak diuji dengan praktik adalah buta, sedangkan praktik yang tidak disertai dengan pengertian teori adalah tuli.
No comments:
Post a Comment